Pokdakan Loa Raya Produksi Ikan Melimpah, Distribusi Masih Tergantung Tengkulak

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)

Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, TENGGARONG — Potensi perikanan di Desa Loa Raya cukup besar dengan keberadaan 15 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang aktif mengelola keramba di sungai. Namun, sistem distribusi hasil panen masih tergantung pada tengkulak dari luar daerah.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyatakan bahwa pemasaran ikan budidaya masih menjadi tantangan utama. “Sebagian besar masih dijual ke tengkulak dari Samarinda atau Sangatta. Kalau mereka tidak datang, hasil panen bisa tertunda,” ujarnya.

Tantangan juga muncul saat ukuran ikan tidak sesuai dengan permintaan pasar. Ikan dengan ukuran besar sulit diterima konsumen lokal, sehingga harus dikirim ke luar pulau yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sekilo dua ekor itu susah diterima pasar lokal. Solusinya harus kita cari sendiri,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah desa telah memberikan pelatihan pengolahan ikan kepada ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM. Produk olahan seperti abon ikan kini mulai diproduksi sebagai upaya menambah nilai jual.

“Kita latih warga olah ikan jadi abon agar bisa dijual dengan kemasan dan tahan lama,” jelas Martin.

Martin juga mendorong terbentuknya koperasi pemasaran untuk memperkuat posisi petani ikan dalam rantai distribusi. Selain itu, pemdes berencana mengembangkan sistem penjualan online dan kerja sama dengan toko modern.

“Kita harus mandiri dalam pemasaran. Kalau tidak, petani akan terus bergantung dan rentan harga jatuh,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar Pokdakan, UMKM, dan pemerintah desa dalam membangun sistem distribusi yang efisien dan menguntungkan semua pihak.

“Dengan semangat gotong royong, kita yakin bisa lepas dari ketergantungan dan membangun kemandirian,” pungkas Martin. (VY/Adv/DiskominfoKukar)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru