Rencana Kenaikan UKT Membuat Resah, Anggota DPRD Samarinda Angkat Bicara

- Jurnalis

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti. (Foto: Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) No. 2 Tahun 2024 memicu keresahan di kalangan masyarakat Indonesia. Kebijakan ini menimbulkan beban berat bagi banyak keluarga yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pendidikan anak-anak mereka.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti, menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Politisi dari Fraksi PKB ini menegaskan bahwa kenaikan UKT akan menjadi beban tambahan yang signifikan bagi masyarakat. “Jadi artinya ya jangan sampai ukt itu memberatkan masyarakat lah,” tutur Damayanti.

Damayanti menekankan pentingnya peran pemerintah kota dalam menyediakan solusi agar semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang adil dan layak. Ia mengkritisi kenaikan UKT yang mencapai 300 hingga 500 persen, menyebutnya sebagai kebijakan yang memberatkan. Menurutnya, pemerintah seharusnya hadir untuk memberikan peluang pendidikan yang layak bagi semua anak bangsa.

“Kalau UKT aja naiknya sampai 300 sampai 500 persen inikan sangat memberatkan, artinya kan seharusnya pemerintah itu hadir untuk memberikan peluang kepada anak anak negeri, anak anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Damayanti menyoroti adanya beasiswa yang saat ini sudah diberikan kepada siswa dan mahasiswa sehingga menjadi alasan naiknya UKT. Namun, menurutnya beasiswa tersebut tidak cukup relevan jika dibandingkan dengan dampak kenaikan UKT.

“Sebenarnya kan keberadaan beasiswa ini untuk memberi kesempatan anak anak untuk dapat pendidikan yang sama, kalau beasiswa nya sudah ada kemudian ditambah lagi dengan UKT yang tinggi artinya akan memberatkan mereka lagi,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Damayanti menegaskan pentingnya pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. “Berapa persen sih anak anak kita yang mendapatkan beasiswa dibandingkan yang tidak mendapatkan beasiswa,“ tutupnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)

Penulis : Riduan

Editor : Fai

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru