HarianBorneo.com, SAMARINDA – Perbaikan infrastruktur jalan di Samarinda menjadi perhatian utama bagi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. Banyaknya kerusakan jalan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama di daerah Samarinda Seberang yang merasa diabaikan dalam upaya perbaikan jalan.
“Pembangunan itu hanya ada di perkotaan saja, ya sekarang ini pembangunan itu terbantu dengan progam probebaya di setiap RT,” ucap Samri, pada Selasa (28/05/2034).
Samri mengakui bahwa program probebaya telah membantu pembangunan di setiap RT, sehingga masyarakat setempat merasa sedikit tenang karena perbaikan kecil dapat berjalan berkat anggaran tersebut.
“Jadi masyarakat juga merasa tenang karena di lingkungannya pembangunan yang kecil kecil itu berjalan dengan anggaran probebaya,” tambahnya.
Namun, Samri juga menyoroti bahwa perbaikan infrastruktur besar, terutama jalan berlubang di Samarinda Seberang, masih menjadi janji yang belum terpenuhi oleh Walikota. Ia menyatakan bahwa masyarakat Samarinda Seberang masih menunggu realisasi janji tersebut.
“Cuman kalo yang besar besar masih ada hutangnya wali kota sekarang ini di Samarinda seberang. Janjinya akan membereskan jalan yang lubang lubang itu,” ungkapnya.
Dalam hearing dengan Dinas PUPR Kota Samarinda, Samri dan timnya menemukan beberapa kendala yang menyebabkan lambatnya perbaikan jalan. Meski demikian, Samri menegaskan perlunya tindakan cepat dan terencana dari pemerintah kota untuk mengatasi masalah ini.
“Maksudnya harus ada gebrakan gituloh, ini kan nda banyak hanya sedikit, tapi yang sedikit sedikit itu kan bikin macet, mulai dari palaran kan ada yang 10 meter kemudian ada lagi 15 meter,” ujarnya
Legislator Basuki Rahmat itu juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda pengerjaan masalah tersebut. Ia dan timnya telah mencoba kembali menghubungi Dinas PUPR, namun proses komunikasi masih berjalan. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











