HarianBorneo.com, SAMARINDA – Dalam beberapa bulan terakhir kepemimpinan Walikota Andi Harun di Kota Samarinda akan berakhir. Prestasi yang diraihnya selama memimpin Kota Samarinda mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.
“Kalau kinerja saya harus mengakui sebagai DPRD Kota Samarinda maupun sebagai masyarakat, memberikan apresiasi kepada Andi Harun, cuman pengakuan ini belum final karena semua pengerjaan belum selesai,” jelas Samri.
Samri menekankan pentingnya menilai kinerja seorang pemimpin hingga akhir masa jabatannya. Meskipun seseorang yang baru memimpin akan mendapatkan pujian awal, evaluasi terhadap kinerja harus dilakukan secara menyeluruh.
“Orang biasanya kalau baru membangun yang punya ide itu akan mendapatkan pujian luar biasa, tapi nanti akan dilihat endingnya akhir dari semua pembangunan itu, apakah kemudian masyarakat itu harapannya sesuai ngga,” ujarnya.
Meskipun mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh Walikota Andi Harun, Samri juga menyampaikan kekhawatiran terkait kurangnya konsistensi dalam beberapa proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota.
“Tapi ya sudah mulai kelihatan inikan rambu rambu yang kurang sedap. Contoh, Teras Samarinda sudah lepas daripada target, pengerjaan nya sudah sampai 3 kali ini sudah tanda tanda kurang nyaman ini,” ungkap Samri.
“Terowongan yang kita jadikan proyek kebanggan kita karena itu hanya oktober itu cuma tembus,” lanjutnya.
Samri juga menyampaikan kekhawatiran bahwa jika terowongan tersebut tidak digunakan dalam waktu yang singkat, hal tersebut dapat menimbulkan opini negatif di kalangan masyarakat.
“Nanti misalnya digunakan 2-3 tahun mendatang terlalu lama nganggur akan berkembang opini itu, jadi yang namanya sudah harum jadi jelek kembali,” jelasnya.
Meskipun demikian, Samri memberikan nilai sebesar 7 sampai 8 dari skala 10 terkait kinerja yang telah dilakukan oleh Walikota Andi Harun sampai saat ini. (MR/Adv/DPRDSamarinda)
Penulis : Riduan
Editor : Fai











