HarianBorneo.com, SAMARINDA – Meski angka stunting di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan, prevalensinya masih cukup tinggi.
Data terbaru mencatat, 20,9 persen anak di Samarinda masih mengalami kondisi tersebut, lebih tinggi dibanding target nasional yang ditetapkan pemerintah, yakni 14 persen.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai capaian itu patut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberhasilan sejumlah program kesehatan memang berkontribusi menurunkan stunting, tetapi masih ada tantangan besar yang harus diselesaikan.
“Kalau target nasional 14 persen, sedangkan Samarinda masih 20,9 persen, itu artinya kita belum bisa berpuas diri. Memang sudah ada perbaikan, tapi belum cukup,” ucapnya.
Sri Puji menyebutkan, penurunan yang terjadi selama ini berkat program seperti penimbangan balita, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil, distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga kegiatan rutin di Posyandu. Namun, ia mengingatkan bahwa stunting bukan hanya soal intervensi kesehatan.
“Faktor lingkungan dan kebiasaan hidup punya pengaruh besar. Sanitasi, pengelolaan sampah, dan kebersihan rumah tangga harus diperhatikan. Tanpa itu, upaya kesehatan saja tidak akan maksimal,” jelasnya.
Ia menyoroti perilaku masyarakat yang kerap menjadi penghambat, seperti merokok di dalam rumah dan di dekat ibu hamil maupun balita. Menurutnya, kebiasaan tersebut jelas berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.
“Masih banyak orang tua merokok di depan bayi atau ibu hamil. Itu budaya yang harus diubah kalau kita serius ingin menekan angka stunting,” tegasnya.
Sri Puji menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga peran keluarga. Ia yakin, dengan keterlibatan semua pihak, target penurunan stunting bisa tercapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Intervensi spesifik dan sensitif harus berjalan beriringan. Kalau pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi, target nasional bukan sesuatu yang mustahil,” pungkasnya. (RD/Adv/DPRDSamarinda)











