HarianBorneo.com, TENGGARONG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menjaga kelangsungan program prioritas di sektor pendidikan meskipun mengalami tekanan anggaran akibat tambahan beban gaji untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen dari anggaran sebesar Rp2,2 triliun terserap untuk kebutuhan belanja pegawai dan operasional rutin. Kondisi ini membuat instansinya harus melakukan langkah efisiensi secara sistematis.
“Efisiensi yang kami lakukan mencapai sekitar Rp30 miliar sampai Rp40 miliar. Kami mengurangi kegiatan perjalanan dinas dan mengevaluasi semua pos pengeluaran yang dinilai kurang efektif,” jelasnya.
Menurut Thauhid, dana hasil penghematan itu dialokasikan kembali untuk memastikan program-program prioritas tetap dapat berjalan. Di antaranya adalah pengadaan alat bantu pembelajaran, pelatihan bagi tenaga pendidik, dan peningkatan infrastruktur pendidikan.
Ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, seluruh proses penganggaran dikaji secara ketat agar penggunaan dana benar-benar efektif dan menyentuh kebutuhan langsung peserta didik.
“Kami tetap berkomitmen menjaga agar semua program peningkatan mutu pendidikan tidak terganggu meski ruang fiskal sangat terbatas,” katanya.
Selain efisiensi, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar memahami bagaimana struktur anggaran disusun dan digunakan. Menurut Thauhid, nominal anggaran yang besar sering kali menimbulkan persepsi keliru mengenai kelonggaran pembiayaan, padahal sebagian besar sudah terkunci untuk kebutuhan wajib.
“Jangan hanya melihat dari besarnya nominal, tetapi lihat juga kemana dana itu digunakan, dan seberapa besar dampaknya bagi pendidikan kita,” tutupnya.
Langkah efisiensi yang ditempuh Disdikbud Kukar menjadi bukti bahwa kualitas dan keberlanjutan program pendidikan tetap bisa dijaga melalui pengelolaan anggaran yang terarah dan berorientasi hasil. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











