Harianborneo.com, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengingatkan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menekan angka stunting di Samarinda dengan ikut mensukseskan program DPPKB Samarinda.
“Secara nasional angka stunting kita tinggi.
Harapan nasional kita bisa menurunkan angka stunting mencapai 14 persen bahkan kita dituntut untuk mencapai nol persen atau zero stunting,” jelasnya.
Sri mengungkapkan target Itu cukup sulit karena perlunya kolaborasi semua pihak dan butuh waktu cukup banyak.
“Karena banyak faktor yang menyebabkan anak stunting, bukan hanya dari segi kesehatan. Namun juga infrastruktur seperti akses jalan yang bagus , akses pelayanan kesehatan yang bagus, sehingga dapat menyediakan tenaga medis seperti dokter dan lainnya,” ungkap Sri.
Lebih lanjut dikatakan Sri, dari segi ketahanan pangan juga sangat penting. Kita selama ini hanya berkecukupan pangan bukan untuk ketahanan pangan.
“Hal tersebut karena kita bukan daerah pertanian, tapi hal itu tidak membuat kita pesimis. Kita tetap berusaha dan bekerja sama dengan seluruh OPD terkait,” tegasnya.
Sri berharap semua elemen bisa berkolaborasi untuk menekan angka stunting karena ini menjadi salah satu prioritas pemerintah kota Samarinda.
“Semoga di tahun 2024 kita bisa menekan angka stunting di wilayah kita. Tidak harus zero atau nol persen setidaknya bisa setara dengan nasional yang berjumlah 14 persen,” Pungkasnya. (Py/Adv/DPRDSamarinda)











