HarianBorneo.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah strategis dalam menekan angka pengangguran dengan mulai menyusun Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD). Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat membuka Sosialisasi RTKD di Hotel Grand Fatma, Rabu (18/6/2025).
Dalam sambutannya, Sunggono menegaskan bahwa penyusunan RTKD harus berbasis data dan menyasar sektor-sektor unggulan di Kukar. Ia menyoroti bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kukar tahun 2023 mencapai 4,05%.
“Untuk itu, RTKD hadir sebagai peta jalan dalam menekan TPT secara sistematis. Kita tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi, semua harus terukur,” ujarnya.
RTKD akan mencakup beberapa komponen utama, di antaranya pemetaan kebutuhan tenaga kerja, proyeksi pertumbuhan sektor ekonomi, serta penyusunan kebijakan peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan sertifikasi.
Sunggono menyebut bahwa keberhasilan RTKD tidak lepas dari kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, dunia usaha sebagai penyedia lapangan kerja, akademisi sebagai sumber kajian ilmiah, dan masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Kolaborasi ini penting. Dunia usaha harus siap menampung tenaga kerja, akademisi menyesuaikan kurikulum, dan masyarakat perlu aktif dalam peningkatan kompetensi,” jelasnya.
Ia berharap RTKD menjadi dokumen hidup yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu diimplementasikan secara konkret untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing.
“Jika kita konsisten, Kukar bisa menjadi daerah percontohan dalam pembangunan ketenagakerjaan berbasis data. Ini bukan hanya soal mengurangi pengangguran, tapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











