Tidak Terlihat, Komisi III Desak Pemkot Dorong Kontraktor Mulai Pembangunan Trowongan

- Jurnalis

Selasa, 21 Maret 2023 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III dewan perwakilan rakyat daerah Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Foto: Ist)

Ketua Komisi III dewan perwakilan rakyat daerah Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Proyek pembangunan trowongan Manggah yang menghubungkan jalan kakap dan jalan sultan alimudin samarinda dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan, hingga saat ini belum ada progres pembangunan.

Diketahui, bahwa sebelumnya proyek pembangunan trowongan yang menelan anggaran sekitar Rp.395 miliar tersebut telah dilakukan peletakan batu pertama (ground breaking) yang akan dimulai pembangunannya pada bulan maret tahun 2023 dan ditargetkan rampung selama 18 bulan.

Kendati demikian, hasil pantauan lapangan hingga kini mendekati akhir bulan maret, belum ada aktivitas pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor dilokasi pembangunan trowongan sepanjang 690 meter itu.

Menanaggapi hal itu, Ketua Komisi III dewan perwakilan rakyat daerah Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, mengatakan, sesuai dengan yang disampaikan pada saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III dengan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR,red) seharusnya saat ini sudah ada pelaksanaan pembangunan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuang itu, khawatir ketika nantinya proyek pembangunan trowongan tersbut mangkrak, sehingga dirinya mendesak kepada pemerintah kota untuk segera mendorong kontraktor agar memulai pengerjaan, mengingat waktu yang ditargetkan hanya 18 bulan dan anggaran yang besar yaitu Rp.395 miliar.

“Karena dengan menganggarkan 385 Miliar kemarin agak kerepotan nantinya, apalagi menghabiskan anggaran itu takutnya nanti gak tercapai proyeknya malah mangkrak. Ya pasti anggran itu akan menjadi silva,” ujar Angkasa Jaya, Selasa 21 Maret 2023.

Selanjutnya, pihaknya menghitung dari awal peletakan batu pertama akan melakukan evaluasi satu per satu dalam setiap semester dan akan lansung turun kelapangan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan sebagaimana mestinya, namun menurutnya, ketika dinilai urgent pihaknya akan segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempertanyakan alasan mengapa belum ada progres. (MR/Adv/DPRDSamarinda)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru