HarianBorneo.com, TENGGARONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat desa, sebagai bagian dari usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pandangan masyarakat yang cenderung mengunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan lain hanya ketika sakit, yang berakibat pada deteksi kesehatan yang terlambat.
Dr. Waode Nuraida, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Kukar, mengungkapkan bahwa mereka telah memulai program edukasi untuk mengubah persepsi tersebut.
“Kami ingin masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, mulai dari hal sederhana seperti pengukuran tensi,” ujar Dr. Nuraida.
Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan.
“Kami sering menemukan kasus hipertensi pada usia muda. Melalui edukasi ini, kami berusaha menyampaikan informasi tentang gaya hidup sehat dan pentingnya olahraga,” tambah Dr. Nuraida.
Pemerintah Kukar berharap masyarakat mengerti bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya individu.
“Kami ingin masyarakat yang sehat dan produktif. Kami berupaya mencegah penyakit sejak dini, bukan hanya mengobati,” jelas Dr. Nuraida.
Namun, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit masih menjadi tantangan bagi Dinkes.
“Kami berusaha agar masyarakat mengerti bahwa kami ada untuk menjaga mereka tetap sehat, dan siap memberikan perawatan yang dibutuhkan,” ucap Dr. Nuraida.
Dinkes Kukar juga terbuka untuk menerima saran dari masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk memberikan masukan dan berpartisipasi dalam meningkatkan layanan kesehatan,” tutup Dr. Nuraida. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











