Wabup Kukar Apresiasi Festival Kesenian Gandrung, Ajak Masyarakat Kukar Kenali Budaya Nusantara

- Jurnalis

Jumat, 3 November 2023 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat diwawancarai awak media. (Foto: Ist)

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat diwawancarai awak media. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, TENGGARONG – Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan keberagaman budaya Nusantara yang ada di daerahnya. Kali ini, Kukar bersama Paguyuban Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi) menyelenggarakan Festival Kesenian Gandrung, sebuah tari tradisional asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Festival ini digelar pada 18 November 2023, di Sasana Krida Bhakti, Kelurahan Maluhu, Tenggarong. Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, yang diwakili oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

Rendi mengatakan, festival ini merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kebudayaan Nusantara yang berkembang di Kukar, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami sangat menghargai kehadiran berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia di Kukar, karena ini menunjukkan bahwa Kukar adalah rumah bagi semua. Kami juga siap menyambut masyarakat dari berbagai daerah yang akan datang ke Kukar seiring dengan adanya IKN,” kata Rendi.

Rendi juga mengajak masyarakat Kukar untuk ikut meramaikan festival ini dan menambah wawasan tentang keanekaragaman seni budaya Indonesia. “Kami ingin masyarakat Kukar tidak hanya mengenal kebudayaan asli Kukar, tetapi juga kebudayaan dari daerah lain. Ini penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Festival Kesenian Gandrung menampilkan penari laki-laki dan perempuan yang memiliki nama khusus. Penari perempuan disebut Penari Gandrung, sedangkan penari laki-laki disebut Paju atau Pemaju. Mereka mengenakan busana yang khas dan berbeda dengan busana tari Jawa lainnya, yang dipengaruhi oleh Kerajaan Blambangan.

Musik pengiring tari Gandrung juga memiliki ciri khas, yaitu menggunakan Kempul atau Gong, Kluncing atau Triangle, Biola, Beha Kendhang, dan Kethuk. Selain itu, ada juga Panjak atau Pemberi Semangat yang bertugas untuk memberikan efek lucu dan menghibur pada setiap pertunjukan. (VY/Adv/DiskominfoKukar)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru