Kepung Kantor DPRD Kaltim, Jurnalis Samarinda Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran

- Jurnalis

Rabu, 29 Mei 2024 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi simbolis masa aksi Penolakan RUU Penyiaran di Kantor DPRD Kaltim. (Foto: Ist)

Aksi simbolis masa aksi Penolakan RUU Penyiaran di Kantor DPRD Kaltim. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Jurnalis dari berbagai media di  Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang tengah dibahas oleh DPR RI, di depan Kantor DPRD Kaltim, Rabu (29/5/2024).

Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim hadir bersama untuk menyuarakan keresahan tersebut. Bukan tanpa sebab, mereka menilai hadirnya RUU Penyiaran ini mengancam iklim demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.

Dalam aksinya, Koalisi ini membawa sejumlah tuntutan dan mengeluarkan pernyataan tegas, mendesak DPR RI dan Presiden untuk menolak Pembahasan RUU Penyiaran yang cacat prosedur dan merugikan publik.

Kecewa, ya itu yang dirasakan masa aksi lantaran tak ada satu pun anggota DPRD Kaltim yang hadir di tempat. Koordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim, Ibrahim Yusuf mengaku sangat kecewa karena tidak bisa menemui wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  Pesva Pora, Acara Seru Para Pecinta Vespa dan Musik di Tenggarong

“Kami dari koalisi sangat kecewa kepada wakil rakyat Kaltim yang tidak bersepakat, tidak setuju dan tidak memfasilitasi kami untuk menolak revisi RUU Penyiaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait esensi RUU Penyiaran yang bertolak belakang dengan nilai demokrasi dan kemerdekaan pers. Koalisi ini menekankan bahwa esensi RUU Penyiaran harus selaras dengan nilai-nilai demokrasi. Hal ini terjadi lantaran dalam prosesnya, RUU ini hadir tanpa melibatkan partisipasi publik.

“Kami meminta DPR RI untuk melibatkan partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan RUU Penyiaran. Tujuannya adalah untuk memastikantidak adanya pasal yang multitafsir yang bisa digunakan untuk mengurangi kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat,” jelas Ibrahim.

Dengan tegas, ia juga meminta agar pembuatan RUU ini melibatkan organisasi masyarakat sipil dan Dewan Pers. Karena produk hukum ini berpengaruh nyata terhadap pembiasan nilai-nilai kemerdekaan pers.

Baca Juga :  Kasasi Ditolak MA, Kejari Kukar Tangkap Politisi PKB di Desa Giri Agung

“Dengan kebebasan yang diberikan, jurnalis dapat bekerja profesional, dan bagaimana seluruh unsur demokrasi mendukung jurnalis untuk bekerja sesuai dengan kode etik. Hal ini dianggap penting untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi yang akurat dan berimbang,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda Nofiyatul Chalimah menyebut kompleksitas masalah dari Kaltim, dari lingkungan hingga Sumber Daya Manusia.

“Jika RUU Penyiaran ini diteruskan, maka akan mengancam kerja-kerja kita sebagai jurnalis. Apalagi Kaltim saat ini menjadi sorotan se-Indonesia. Itu alasan mengaka kita harus bersolidaritas, dan melawan dari Kaltim,” bebernya.

Menanggapi keresahan dari masa aksi, salah satu perwakilan Sekretariat DPRD Kaltim menyampaikan bahwa, para dewan tidak dapat menemui massa aksi dikarenakan sedang ada penyerapan aspirasi di masing-masing komisi.

“Kami memohon maaf, karena para dewan sedang bertugas di komisinya masing-masing,” singkatnya. (MF)

Penulis : MF

Editor : Fai

Berita Terkait

Gelar Lokakarya Kurikulum, Program Studi MIP FPIK Unmul Bahas Perkembangan Terkini di Bidang Perikanan
37 Personil Polresta Samarinda Terima Kenaikan Pangkat
Kapolresta Samarinda Pimpin Langsung Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024
Hadapi Ketatnya Persaingan, Ketua JMSI Kaltim Ajak Wartawan Lokal Tingkatkan Kompetensi
Barmuda Chess Cup 2024, Ratusan Peserta Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah
Jelang Pilkada 2024, Polda Kaltim Gandeng JMSI Tangkal Berita Hoaks
Operasi Katarak dan Pembagian Kacamata Gratis, Aksi Nyata Barmuda untuk Masyarakat
Dinilai Berhasil, PAN Kaltim Solid Dukung Zulhas Jadi Ketum PAN 2025 – 2030

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:11 WIB

Gelar Lokakarya Kurikulum, Program Studi MIP FPIK Unmul Bahas Perkembangan Terkini di Bidang Perikanan

Selasa, 2 Juli 2024 - 11:31 WIB

37 Personil Polresta Samarinda Terima Kenaikan Pangkat

Senin, 1 Juli 2024 - 20:12 WIB

Kapolresta Samarinda Pimpin Langsung Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024

Selasa, 25 Juni 2024 - 22:58 WIB

Hadapi Ketatnya Persaingan, Ketua JMSI Kaltim Ajak Wartawan Lokal Tingkatkan Kompetensi

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:21 WIB

Barmuda Chess Cup 2024, Ratusan Peserta Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:54 WIB

Jelang Pilkada 2024, Polda Kaltim Gandeng JMSI Tangkal Berita Hoaks

Rabu, 29 Mei 2024 - 18:50 WIB

Kepung Kantor DPRD Kaltim, Jurnalis Samarinda Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran

Selasa, 21 Mei 2024 - 07:30 WIB

Operasi Katarak dan Pembagian Kacamata Gratis, Aksi Nyata Barmuda untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto: Ist)

Advertorial

Musim Penghujan, Bupati Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

Rabu, 10 Jul 2024 - 13:18 WIB