Tim Anti Bandit Polsek Sungai Kunjang Ringkus Tiga Orang Pengedar Sabu-Sabu

- Jurnalis

Kamis, 20 Juli 2023 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli bersama Kapolsek Sungai Kunjang AKBP Made Anwara saat menunjukkan barang bukti yang diamankan. (Foto: Ist)

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli bersama Kapolsek Sungai Kunjang AKBP Made Anwara saat menunjukkan barang bukti yang diamankan. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Tim Anti Bandit Polsek Sungai Kunjang berhasil meringkus tiga orangq yang tergabung dalam jaringan peredaraan gelap narkotika jenis sabu-sabu.

Ketiga pria yang berhasil diamankan terdiri dari  Muhri (40), Ridany alias Asid (40) dan Fadli Yansyah alias Ipat (46).

Menurut keterangan yang diperoleh, Muhri berperan sebagai bandar atau pelaku utama. 52 poket sabu-sabu siap edar dan uang tunai sebersar Rp 80 juta rupiah berhasil diamankan dari Muhri.

Selanjutnya, dari Ridany alias Asid petugas Kepolisian mengamankan 6 poket sabu-sabu siap edar dan uang tunai Rp 1,650 Juta. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan satu poket sabu seberat 0,43 gram bruto dari Fadli, dengan total keseluruhan barang bukti sebesar

108,77 gram bruto.

Proses pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan dari masyarakat di Jalan Pangeran Antasari Gang 5 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda yang kerap digunakan sebagai lokasi transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas menggelar penyelidikan dan pada Rabu (12/72/2023) malam pekan lalu sekitar pukul 19.30 WITA polisi meringkus Fadli di lokasi dengan barang bukti satu poket dengan berat 0,48 gram bruto yang berhasil diamankan.

Baca Juga :  Sajikan Desain Menawan & Kekinian, Toko Karangan Bunga GG Florist Mulai Tersohor di Kota Tepian

“Fadly merupakan jaringan peredaran sabu, setiap penjualan 10 poket diupah Rp250 ribu. Saat kami amankan tersisa satu poket,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, saat konferensi pers, Kamis (20/7/2023).

Lebih lanjut, dari hasil introgasi Fadli mengaku bahwa dirinya memperoleh barang haram itu dari pelaku bernama Ridany, kemudian dikembangkan ke kediamannya yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dimana Fadli diamankan.

Petugas Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 6 poket sabu-sabu serta uang tunai Rp1.650 Juta hasil penjualan. “Dari pengakuan Ridany ini petugas mendapati satu nama lagi yakni Muhri, yang merupakan pemilik barang. Kemudian kami kembangkan ke rumah Muhri tersebut,” jelasnya.

Tak lama kemudian, setelah tiba di kediaman Muhri di Jalan Gunung Lingai, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, petugas pun berhasil mengamankan Muhri di sebuah warung di samping rumahnya. Ketika melakukan penggeledahan petugas menemukan 20 poket sabu-sabu, yang sempat dijatuhkan oleh Muhri.

Baca Juga :  Legislator Muda DPRD Samarinda, Shania Harap Sektor Pariwisata Meningkat

Petugas pun kembali melanjutkan penggeledahan di kediaman Muhri dan menemukan 28 poket dalam kantong kresek hitam di dalam dompet biru bergambar doraemon, yang tersimpan rapi di bawah tilam tidur.

Lebih dari itu, petugas juga menemukan barang bukti 2 poket dalam kemasan teh kotak, timbangan digital, 2 sendok penakar, 5 bundel plastik klip serta uang tunai hasil penjualan sabu-sabu senilai Rp 80 juta.

“Semua tersimpan dalam sebuah tas selempang warna hitam, di dalam lemari baju pelaku di kamarnya,” kata Ary.

Asal usul barang bukti tersebut saat ini masih didalami polisi, pasalnya selama beraksi para pelaku menggunakan sistem jejak atau ditinggalkan di suatu tempat.

“Mereka menggunakan sistem jejak, baik pengambilan barang maupun penjualannya,” ucapnya.

“Bisnis ini mereka jalanin sudah enam bulan, diatasnya Muhri ini masih kami dalami lagi siapa, karena transaksinya sistem jejak,” sambung Ary.

Atas tindak kejahatan yang dilakukan, para pelaku dijerat pasal 114 Ayat 2 subsider pasal 112 Ayat 2, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman minimal 6 tahun kurungan penjara. (MF/HarianBorneo.com)

Berita Terkait

Polsek Sungai Kunjang Tangkap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan
Gelar Lokakarya Kurikulum, Program Studi MIP FPIK Unmul Bahas Perkembangan Terkini di Bidang Perikanan
37 Personil Polresta Samarinda Terima Kenaikan Pangkat
Kapolresta Samarinda Pimpin Langsung Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024
Hadapi Ketatnya Persaingan, Ketua JMSI Kaltim Ajak Wartawan Lokal Tingkatkan Kompetensi
Barmuda Chess Cup 2024, Ratusan Peserta Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah
Kapolresta Samarinda Cek Kesiapan Penghitungan Surat Suara Ulang Di Wilayah Kota Samarinda
Jelang Pilkada 2024, Polda Kaltim Gandeng JMSI Tangkal Berita Hoaks

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:08 WIB

Polsek Sungai Kunjang Tangkap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:11 WIB

Gelar Lokakarya Kurikulum, Program Studi MIP FPIK Unmul Bahas Perkembangan Terkini di Bidang Perikanan

Selasa, 2 Juli 2024 - 11:31 WIB

37 Personil Polresta Samarinda Terima Kenaikan Pangkat

Senin, 1 Juli 2024 - 20:12 WIB

Kapolresta Samarinda Pimpin Langsung Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024

Selasa, 25 Juni 2024 - 22:58 WIB

Hadapi Ketatnya Persaingan, Ketua JMSI Kaltim Ajak Wartawan Lokal Tingkatkan Kompetensi

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:21 WIB

Barmuda Chess Cup 2024, Ratusan Peserta Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:31 WIB

Kapolresta Samarinda Cek Kesiapan Penghitungan Surat Suara Ulang Di Wilayah Kota Samarinda

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:54 WIB

Jelang Pilkada 2024, Polda Kaltim Gandeng JMSI Tangkal Berita Hoaks

Berita Terbaru

Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto: Ist)

Advertorial

Musim Penghujan, Bupati Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

Rabu, 10 Jul 2024 - 13:18 WIB