HarianBorneo.com, SAMARINDA – Pagi ini, suasana kolam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) tak seperti biasanya. Riak air yang tenang dipenuhi semangat para pemancing. Ada mahasiswa yang masih belajar merangkai kail, ada dosen yang serius menatap pelampung, dan tak sedikit alumni yang larut dalam obrolan hangat sembari menunggu umpan disambar ikan.
Inilah wajah berbeda dari perayaan Dies Natalis ke-63 Unmul. Bukan seminar megah atau seremoni formal, melainkan Lomba Fun Fishing yang digelar Senin (22/9/2025). Sebuah kegiatan sederhana yang justru menghadirkan makna mendalam: kebersamaan lintas generasi.

Bagi Firnadi Ikhsan, Anggota DPRD Kaltim sekaligus alumni FPIK, kegiatan ini adalah momen pulang kampung. “Sebagai alumni perikanan, saya merasa terpanggil. Fun fishing bukan hanya soal memancing, tapi wadah kebersamaan dan sinergi membangun dunia perikanan di Kaltim,” ujarnya, sembari sesekali menyapa juniornya yang ikut berlomba.
Nada serupa datang dari Baharuddin Demmu, sesama alumni sekaligus legislator Kaltim. Ia melihat kegiatan ini sebagai ruang pelepas rindu. “Tahun depan, harapannya tidak hanya lomba mancing. Tambah lagi kegiatan lain yang bisa bikin alumni makin dekat. Ini kesempatan langka untuk berkumpul setelah lama terpisah,” katanya.
Obrolan ringan di pinggir kolam makin terasa hangat ketika Muhammad Sinar Alam, Ketua ISPIKANI Kaltim, ikut angkat suara. Baginya, joran dan kail hanyalah simbol. Yang terpenting adalah ikatan yang terbentuk di antara alumni dan mahasiswa. “Dari sini bisa lahir ide dan inovasi baru untuk mendukung sektor perikanan,” ungkapnya penuh semangat.
Rektor Unmul, Prof. Abdunnur, menegaskan nilai akademis yang terkandung dalam kegiatan ini. Menurutnya, Fun Fishing bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi. “Kolam perikanan ini akan terus dikembangkan, bukan hanya untuk praktik mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Menariknya, perayaan ini juga dihadiri tamu dari University Brunei Darussalam, menambah nuansa internasional pada kegiatan sederhana di tepi kolam itu.
Ketika senja menutup hari, tak ada yang benar-benar peduli siapa yang membawa pulang ikan terbesar. Yang tersisa adalah tawa, cerita Dies Natalis Unmul ke-63 menemukan maknanya: perayaan kebersamaan untuk menatap masa depan. (RD)











